JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dinilai perlu membaca buku Reunifikasi Korea: Game Theory karya Teguh Santosa untuk memperkaya perspektif dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
Pandangan itu disampaikan Ketua Umum DPN GEMA Kosgoro, HMU Kurniadi, dalam acara bedah buku yang digelar di Universitas Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Kurniadi, buku tersebut menyajikan perspektif strategis mengenai konflik dan peluang reunifikasi di Semenanjung Korea melalui pendekatan game theory atau teori permainan.
“Buku ini sangat penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono. Dengan membaca buku ini, diharapkan beliau semakin memperkaya perspektif strategis dalam melihat dinamika hubungan internasional,” ujar Kurniadi.
Ia menjelaskan, pendekatan teori permainan dalam buku itu menggambarkan bagaimana negara mengambil keputusan strategis dengan mempertimbangkan langkah dan respons pihak lain.
“Diplomasi modern membutuhkan cara berpikir strategis seperti yang dijelaskan dalam buku ini. Karena itu saya berharap Menteri Luar Negeri Sugiono dapat membaca buku ini agar semakin kapabel dalam mengelola diplomasi Indonesia di tengah persaingan geopolitik global,” katanya.
Sementara itu, Teguh Santosa menjelaskan bahwa bukunya tidak hanya membahas hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan, tetapi juga peran negara besar dalam memengaruhi dinamika kawasan.
Dia menyebut kepentingan geopolitik negara seperti Amerika Serikat, China, Rusia, dan Jepang turut menentukan arah konflik maupun peluang perdamaian di Semenanjung Korea.
“Isu reunifikasi Korea tidak hanya soal dua negara, tetapi juga melibatkan kepentingan geopolitik negara-negara besar. Karena itu pendekatan strategis sangat penting untuk memahami dinamika yang terjadi,” ujar Teguh






