JAKARTA – Destry Damayanti resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Penetapan ini mencatat sejarah baru karena Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif.
Destry ditetapkan setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI. Sebelumnya, ia juga dipercaya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah posisi gubernur kosong.
Kini, Destry menghadapi tantangan besar sebagai orang nomor satu di bank sentral. Stabilitas nilai rupiah, pengendalian inflasi, stabilitas sistem keuangan, hingga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi sejumlah agenda penting yang harus dihadapi dalam masa kepemimpinannya.
Bank Indonesia sendiri memiliki mandat utama menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Rekam Jejak Panjang di Dunia Ekonomi
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan kemudian meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Karier profesional Destry terbilang panjang. Ia mengawali kiprahnya sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000–2003.
Setelah itu, Destry pernah menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian berkiprah di sektor keuangan sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011 dan Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015.
Pengalamannya juga merambah pemerintahan dan lembaga keuangan. Destry pernah dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014–2015 serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019.
Masuk Bank Indonesia
Karier Destry di bank sentral dimulai ketika ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019. Masa jabatannya kemudian diperpanjang untuk periode 2024–2029.
Pengalaman tersebut membuat Destry bukan sosok baru dalam pengambilan kebijakan di BI. Ia telah terlibat dalam berbagai persoalan ekonomi dan keuangan, termasuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam salah satu pernyataannya pada Februari 2026, Destry menilai kondisi sistem keuangan Indonesia tetap kuat dan stabil, dengan likuiditas yang memadai serta ruang penyaluran kredit yang masih terbuka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tantangan di Era Destry
Sebagai Gubernur BI, Destry kini harus menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan kebutuhan mendorong pertumbuhan.
Tantangan tersebut semakin kompleks karena perekonomian Indonesia menghadapi tekanan eksternal, dinamika nilai tukar rupiah, perubahan kebijakan ekonomi global, serta kebutuhan menjaga kepercayaan investor.
Destry sendiri menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia. Dalam pernyataannya setelah ditetapkan sebagai gubernur, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,2–6 persen.
Dengan pengalaman panjang sebagai ekonom, praktisi sektor keuangan, pejabat lembaga negara, hingga pimpinan senior BI, Destry kini memegang kendali atas arah kebijakan bank sentral untuk lima tahun ke depan.
Kepemimpinannya pun akan menjadi ujian penting, bukan hanya bagi Destry secara pribadi, tetapi juga bagi kemampuan Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah dan sistem keuangan sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.






