MARIB – Kelompok Houthi mengklaim berhasil menjatuhkan satu jet tempur F-15 milik Arab Saudi di wilayah udara Provinsi Marib, Yaman. Pesawat tempur tersebut disebut menjadi sasaran sistem pertahanan udara yang menggunakan rudal buatan lokal.
Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas pertempuran antara Houthi dan koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Serangkaian serangan udara dilaporkan kembali menyasar sejumlah wilayah Yaman dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut laporan yang beredar, Houthi menyatakan jet tempur Saudi itu berhasil dihantam ketika menjalankan misi di atas wilayah Marib. Mereka juga mengeklaim senjata yang digunakan bukan sistem rudal impor, melainkan rudal permukaan-ke-udara yang dikembangkan secara lokal.
Penggunaan rudal buatan dalam negeri menjadi bagian penting dari klaim Houthi tersebut. Kelompok itu berupaya menunjukkan kemampuan pertahanan udara mereka menghadapi pesawat tempur yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama koalisi.
Namun, klaim mengenai jatuhnya F-15 tersebut perlu dipandang secara hati-hati karena belum terdapat konfirmasi independen mengenai kondisi pesawat maupun nasib awaknya.
Di sisi lain, eskalasi serangan di Yaman terus berlangsung. Koalisi Arab Saudi dilaporkan melancarkan ratusan serangan udara di sejumlah wilayah, termasuk kawasan yang menjadi titik pertempuran dengan kelompok Houthi.
Jika klaim Houthi mengenai jatuhnya F-15 tersebut terkonfirmasi, insiden itu akan menjadi perkembangan penting dalam konflik udara di Yaman. Pasalnya, F-15 merupakan salah satu pesawat tempur utama yang digunakan Arab Saudi dalam operasi militernya.
Hingga kini, informasi mengenai insiden tersebut masih didominasi klaim dari pihak yang terlibat dalam konflik. Karena itu, verifikasi independen diperlukan untuk memastikan apakah jet tempur F-15 benar-benar ditembak jatuh dan jenis rudal yang digunakan dalam serangan tersebut.






