Advertisement
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Politik & Pemerintahan
  • Pendidikan & Teknologi
  • Internasional
  • Traveling & Entertain
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Politik & Pemerintahan
  • Pendidikan & Teknologi
  • Internasional
  • Traveling & Entertain
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Tak Punya Ijazah SMA, 5 Tokoh Ini Pernah Jabat Pemimpin Negara

admin by admin
October 13, 2026
in Internasional
0
Tak Punya Ijazah SMA, 5 Tokoh Ini Pernah Jabat Pemimpin Negara

JAKARTA – Pendidikan formal kerap menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai kapasitas seseorang. Namun, sejarah politik dunia mencatat sejumlah pemimpin yang berhasil mencapai puncak kekuasaan meski tidak menamatkan pendidikan hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA).

Latar belakang pendidikan mereka beragam. Ada yang mengawali karier dari militer, menekuni perjuangan politik, hingga tumbuh sebagai tokoh pergerakan nasional. Meski demikian, perjalanan hidup mereka menunjukkan bahwa jabatan tertinggi dalam pemerintahan tidak selalu ditempuh melalui jalur pendidikan formal yang sama.

Berikut lima pemimpin dunia yang pernah berkuasa tanpa menamatkan pendidikan setingkat SMA.

1. Idi Amin – Presiden Uganda (1971–1979)

Idi Amin merupakan mantan perwira militer yang merebut kekuasaan di Uganda melalui kudeta pada Januari 1971. Ia menggulingkan Presiden Milton Obote dan kemudian mendeklarasikan diri sebagai kepala negara.

Riwayat pendidikannya sangat terbatas. Sejumlah catatan biografi menyebut Amin hanya mengenyam pendidikan dasar hingga sekitar kelas empat. Setelah itu, ia bergabung dengan King’s African Rifles, pasukan kolonial Inggris, pada 1946.

Karier militernya berkembang hingga ia menduduki posisi penting dalam angkatan bersenjata Uganda. Namun, pemerintahannya kemudian dikenal luas karena represi, pelanggaran hak asasi manusia, dan kekerasan politik. Amin kehilangan kekuasaan pada 1979 setelah pasukannya mengalami kekalahan.

2. Mobutu Sese Seko – Presiden Zaire (1965–1997)

Mobutu Sese Seko merupakan penguasa Zaire, negara yang kini dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo. Ia mengambil alih kekuasaan pada 1965 dan memimpin selama lebih dari tiga dekade.

Sebelum masuk ke dunia politik, Mobutu sempat menempuh pendidikan di sekolah misi Kristen. Namun, riwayat pendidikannya tidak mengikuti jalur pendidikan menengah hingga tamat sebagaimana lazimnya sistem sekolah modern.

Mobutu membangun pemerintahan yang terpusat dengan kekuasaan besar berada di tangannya. Meski mampu mempertahankan kendali politik selama puluhan tahun, pemerintahannya juga diwarnai tuduhan korupsi, represi terhadap lawan politik, dan persoalan ekonomi.

Kekuasaan Mobutu berakhir pada 1997 setelah pasukan pemberontak yang dipimpin Laurent-Désiré Kabila berhasil menggulingkan pemerintahannya.

3. Jomo Kenyatta – Presiden Kenya (1964–1978)

Jomo Kenyatta dikenal sebagai tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Kenya dari Inggris sekaligus presiden pertama negara itu setelah merdeka.

Kenyatta menempuh pendidikan dasar, tetapi tidak mengikuti jalur sekolah menengah formal seperti yang dikenal sekarang. Ia kemudian bekerja dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial serta politik.

Perjalanan intelektualnya tidak berhenti di sana. Ketika berada di Inggris, Kenyatta mengikuti sejumlah kegiatan pendidikan dan kemudian menempuh studi di lembaga pendidikan tinggi, termasuk London School of Economics.

Pengalamannya memperlihatkan bahwa jalur pendidikan seseorang bisa berkembang di luar pola sekolah formal yang umum. Sebagai pemimpin, Kenyatta berperan dalam membangun fondasi negara Kenya setelah merdeka pada 1963 dan memimpin hingga wafat pada 1978.

4. Gnassingbé Eyadéma – Presiden Togo (1967–2005)

Gnassingbé Eyadéma merupakan pemimpin Togo yang berkuasa selama hampir 38 tahun. Ia meniti karier melalui jalur militer sebelum mengambil alih kekuasaan pada 1967.

Latar belakang pendidikannya tidak mencapai jenjang SMA. Karier militernya menjadi salah satu jalan yang membawanya masuk ke lingkaran kekuasaan dan kemudian memimpin negara di Afrika Barat itu.

Namun, masa pemerintahannya juga diwarnai kritik terhadap praktik otoritarianisme, pembatasan kebebasan politik, dan persoalan hak asasi manusia.

Eyadéma tetap berkuasa hingga meninggal dunia pada 2005. Setelah kematiannya, putranya, Faure Gnassingbé, kemudian menjadi tokoh utama dalam pemerintahan Togo.

5. Francisco Macías Nguema – Presiden Guinea Khatulistiwa (1968–1979)

Francisco Macías Nguema merupakan presiden pertama Guinea Khatulistiwa setelah negara itu merdeka dari Spanyol pada 1968. Ia diketahui memiliki latar pendidikan formal yang terbatas dan meniti karier melalui pekerjaan di lingkungan pemerintahan kolonial sebelum masuk ke dunia politik.

Setelah menjadi presiden, Macías memperkuat kendali politiknya dan mengubah negara itu menjadi pemerintahan satu partai. Pada 1972, ia bahkan mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup.

Pemerintahannya kemudian dikenal karena represi dan kekerasan politik yang meluas. Banyak warga tewas atau meninggalkan negara akibat situasi yang memburuk selama masa kekuasaannya.

Kepemimpinannya berakhir pada 1979 ketika ia digulingkan melalui kudeta militer. Macías kemudian ditangkap, diadili, dan dieksekusi.

Kisah lima pemimpin itu memperlihatkan bahwa latar belakang pendidikan formal tidak selalu menjadi satu-satunya jalan menuju kekuasaan. Sejarah mencatat pemimpin yang berasal dari militer, gerakan kemerdekaan, maupun lingkungan pemerintahan kolonial.

Namun, tidak menamatkan SMA juga tidak otomatis berarti seseorang tidak berpendidikan atau tidak memiliki kemampuan. Sebaliknya, gelar akademik pun tidak dengan sendirinya menjamin integritas dan keberhasilan dalam memimpin.

Karena itu, pendidikan formal, kapasitas, integritas, serta rekam jejak dalam menjalankan kekuasaan perlu ditempatkan secara proporsional ketika masyarakat menilai seorang pemimpin.

Share this…
  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
Previous Post

Api Lahap Gudang Paralon di Legok Tangerang, 15 Unit Damkar Dikerahkan

Next Post

Sudah Kerja Keras tapi Belum Kaya? Ini Pesan Islam soal Rejeki

admin

admin

Next Post
Sudah Kerja Keras tapi Belum Kaya? Ini Pesan Islam soal Rejeki

Sudah Kerja Keras tapi Belum Kaya? Ini Pesan Islam soal Rejeki

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sudah Kerja Keras tapi Belum Kaya? Ini Pesan Islam soal Rejeki

Sudah Kerja Keras tapi Belum Kaya? Ini Pesan Islam soal Rejeki

October 13, 2026
Tak Punya Ijazah SMA, 5 Tokoh Ini Pernah Jabat Pemimpin Negara

Tak Punya Ijazah SMA, 5 Tokoh Ini Pernah Jabat Pemimpin Negara

October 13, 2026
Api Lahap Gudang Paralon di Legok Tangerang, 15 Unit Damkar Dikerahkan

Api Lahap Gudang Paralon di Legok Tangerang, 15 Unit Damkar Dikerahkan

October 13, 2026
Pengadaan 123 Paket Senilai Rp11,7 M Disperkimta Tangsel Dilaporkan ke KPK

KPK OTT Pejabat BNPB

October 13, 2026

Recent News

Sudah Kerja Keras tapi Belum Kaya? Ini Pesan Islam soal Rejeki

Sudah Kerja Keras tapi Belum Kaya? Ini Pesan Islam soal Rejeki

October 13, 2026
Tak Punya Ijazah SMA, 5 Tokoh Ini Pernah Jabat Pemimpin Negara

Tak Punya Ijazah SMA, 5 Tokoh Ini Pernah Jabat Pemimpin Negara

October 13, 2026
Api Lahap Gudang Paralon di Legok Tangerang, 15 Unit Damkar Dikerahkan

Api Lahap Gudang Paralon di Legok Tangerang, 15 Unit Damkar Dikerahkan

October 13, 2026
Pengadaan 123 Paket Senilai Rp11,7 M Disperkimta Tangsel Dilaporkan ke KPK

KPK OTT Pejabat BNPB

October 13, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Susunan Redaksi
  • Tentang GentaBerita.com

© 2024 GentaBerita.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Politik & Pemerintahan
  • Pendidikan & Teknologi
  • Internasional
  • Traveling & Entertain

© 2024 GentaBerita.com