Ciputat – Pihak kepolisian dari Polsek Ciputat Timur menempuh cara berbeda dalam menangani para pelajar yang terlibat tawuran. Mereka digembleng guna mendapatkan pembinaan karakter dengan berseragam khusus pramuka.
Upaya itu dilakukan sebagai upaya menekan angka kenakalan remaja dan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang bahaya tawuran. Kegiatan itu digelar pada hari Sabtu 31 Mei 2025, pagi.
Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Pawas Iptu Kustam S, selaku Perwira Unit Binmas, bersama sejumlah anggota Polsek Ciputat Timur lainnya. Terdapar 10 siswa yang mengikuti pembinaan di lapangan.
Para siswa itu sebelumnya pernah diamankan karena tertangkap hendak melakukan tawuran di wilayah Ciputat. Kini mereka mendapatkan pembinaan khusus.
“Dalam kegiatan ini, seluruh siswa diseragamkan dengan atribut Pramuka sebagai simbol pembentukan karakter positif, kedisiplinan, dan semangat persatuan,” tutur Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Shodiq kepada wartawan, Selasa (03/06/25).
Menambahkan itu, Pawas Iptu Kustam S mengungkap jika dari 10 siswa yang mengikuti kegiatan berstatus putus sekolah. Oleh karenanya dia berharap melalui pembinaan ini, pihak kepolisian ingin menanamkan kembali semangat belajar dan menjauhi perilaku yang merugikan masa depan.
“Pembinaan karakter ini bertujuan agar para pelajar memahami pentingnya pendidikan, menjauhi aksi kekerasan, dan menyadari bahwa tawuran tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa merenggut nyawa sia-sia di usia muda,” katanya menambahkan.
Tak hanya siswa, orang tua juga turut dihadirkan dalam kegiatan ini sebagai bentuk pendekatan yang holistik. Polsek Ciputat Timur menekankan bahwa pengawasan dan pendidikan anak adalah tanggung jawab utama keluarga, khususnya kedua orang tua, demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif ini, Polsek Ciputat Timur berharap para pelajar dapat kembali ke jalur yang benar dan menjadi generasi muda yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.






