Tangerang Selatan – Puluhan warga Perumahan Kencana Loka BSD melakukan aksi blokade dengan cara menutup akses jalan proyek Yayasan Beth Shalom di Jalan Pusaka Kencana, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (05/07/25).
Namun beberapa jam kemudian, blokade yang terbuat dari tumpukan batu dan material kayu itu dibongkar paksa oleh alat berat proyek. Padahal aksi warga dipicu oleh pengerjaan proyek yang menyebabkan ratusan rumah terendam banjir.
Warga kompak melawan. Begitu tahu blokade dibongkar, puluhan penghuni perumahan baik muda dan lansia mendatangi lokasi proyek di sisi perumahan. Mereka bahu-membahu menutup kembali akses jalan tersebut dengan batu dan kayu.
“Kita tutup kembali,” seru salah seoramg warga di lokasi, malam tadi.
Pemilik proyek siang tadi mengutus beberapa personil TNI berseragam dinas mendatangi pendopo warga. Tak gentar, pengurus lingkungan pun menjelaskan bahwa aksi mereka menutup jalan proyek itu akan terus berlanjut.
Sebenarnya, aksi blokade yang dilakukan itu merupakan puncak kekesalan warga lantaran tak adanya itikad baik pemilik proyek dalam memenuhi tuntutan. Mediasi yang dilakukan di kantor kelurahan sebelumnya pun diabaikan.
Kemarahan warga di lokasi dipicu banjir yang baru-baru ini melanda perumahan elit BSD itu. Di mana sekira seratusan rumah terdampak banjir akibat pembangunan proyek besar di sisi perumahan.
“Jadi kami intinya bukan menolak suatu proyek berjalan, tapi efek dari proyek itu. Kami hanya meminta ada izin yang baik, pekerjaan yang baik, sehingga tidak menimbulkan efek negatif bagi warga kami,” ucap Ketua RW 06, Rocky.
Dilanjutkan dia, pembangunan proyek itu sendiri mengabaikan ketentuan seperti pembuatan drainase sekitar. Kondisi demikian menyebabkan limpahan air langsung turun ke perumahan yang posisinya lebih rendah.
“Baru kemarin itu banjir, 2 kali banjir. Jadi ada saluran air yang tidak disiapkan sehingga menimpa ke dalam komplek kita. Itu sangat merugikan warga kami, karena ada airnya sampai masuk ke dalam rumah,” pungkasnya.
Sementara itu, saat akan dikonfirmasi pemilik proyek tak ada di lokasi. Hanya nampak beberapa pekerja di sana. Hingga saat ini Gentaberita.com masih terus berupaya mendapat keterangan dari pihak yayasan Beth Shalom.






