TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak guna memperkuat perlindungan kesehatan anak dari risiko penularan campak.
Program ini menargetkan sekitar 109.000 anak usia 9 hingga 59 bulan di wilayah Tangsel. Pemerintah mengimbau para orang tua agar segera membawa anak-anak mereka ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi tambahan tersebut.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ORI sebagai upaya menjaga kesehatan generasi muda.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak kita agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ujar Benyamin dalam keterangannya baru-baru ini, dikutip Selasa (14/04/26).
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Dengan dukungan bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis perlindungan kesehatan anak di Tangsel dapat semakin kuat,” tambahnya.
Selain imunisasi untuk anak, masyarakat berusia di atas 16 tahun juga dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR secara mandiri sebagai bentuk perlindungan tambahan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, Penanggulangan Krisis, dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Agatha Christie, menjelaskan bahwa pelaksanaan ORI dilakukan secara bertahap di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
“Pelaksanaan imunisasi tambahan ini akan berlangsung selama dua minggu di seluruh puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan satu minggu masa sweeping untuk memastikan seluruh sasaran terjangkau,” ujar dr. Agatha.
Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular, khususnya pada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
“Jangan berikan celah bagi virus campak untuk mengganggu keceriaan mereka. Segera lengkapi imunisasi campak anak Anda mulai 30 Maret hingga 19 April 2026 di fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan di puskesmas dengan Tim Pembina Puskesmas (TPP) untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal di lapangan.
Upaya percepatan mengejar target ORI campak di Kota Tangsel terus digencarkan. Salah satunya dilakukan UPTD Puskesmas Bakti Jaya, Kecamatan Setu dengan strategi jemput bola ke sejumlah Taman Kanak-kanak (TK).
Langkah ini dilakukan untuk mengejar target cakupan imunisasi terhadap sekitar 109.000 anak usia 9 hingga 59 bulan di Tangsel, sekaligus memperkuat perlindungan dari penyakit campak yang mudah menular.
Pelaksanaan ORI tidak hanya dilakukan di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan posyandu, tetapi juga diperluas ke satuan pendidikan anak usia dini agar cakupan imunisasi semakin optimal.
Program imunisasi tambahan ini dilaksanakan selama dua pekan di puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan masa sweeping selama satu pekan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan.
Langkah itu juga sebagai upaya mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayah Tangsel. Peran para orang tua pun terus didorong agar aktif memanfaatkan layanan imunisasi yang telah disediakan pemerintah.






