Jakarta – Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) disebut telah menerima undangan resmi untuk tampil dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Bangladesh selanjutnya menempati slot yang sebelumnya menjadi milik India.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama dengan sejumlah pertandingan yang digelar di Jakarta dan Bandung.
Kehadiran Bangladesh membuat Timnas Indonesia memiliki lawan baru di fase grup. Selain Bangladesh, skuad Garuda berada satu grup dengan Malaysia dan Singapura.
Meski secara peringkat FIFA Bangladesh berada di posisi 181 dunia, kekuatan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Salah satu pemain yang menjadi perhatian adalah Hamza Choudhury. Gelandang tersebut memiliki pengalaman panjang bersama Leicester City dan pernah tampil di kompetisi Premier League.
Hamza juga menjadi bagian dari skuad Leicester ketika klub tersebut mencatat sejarah dengan menjuarai Premier League musim 2015-2016.
Pengalaman tersebut membuat Bangladesh memiliki pemain yang pernah merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Inggris di level tertinggi.
Selain Hamza, Bangladesh juga memiliki Fahamedul Islam yang saat ini bermain untuk klub Italia, Olbia.
Pertemuan dengan Bangladesh sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi Timnas Indonesia.
Kedua negara pernah bertemu dalam pertandingan persahabatan pada FIFA Matchday Juni 2022. Saat itu, Indonesia harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Namun, kekuatan Bangladesh kini mulai mengalami perubahan. Federasi sepak bola mereka dalam beberapa waktu terakhir menjalankan proyek naturalisasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tim nasional.
Situasi tersebut membuat pertemuan di FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menghadirkan pertandingan yang berbeda dibandingkan pertemuan kedua tim sebelumnya.
Bagi Indonesia, masuknya Bangladesh sekaligus menjadi tantangan baru dalam upaya mengamankan posisi terbaik di Grup A. Apalagi turnamen digelar pada periode FIFA Matchday sehingga setiap negara peserta berpeluang menurunkan pemain-pemain terbaiknya.
Dengan materi pemain yang semakin berkembang, Bangladesh berpotensi menjadi lawan yang tidak mudah ditaklukkan meski secara peringkat FIFA masih berada jauh di bawah Indonesia.






