TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta masyarakat ikut mengawasi pembangunan infrastruktur lingkungan yang saat ini berjalan di tujuh kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proyek yang mayoritas berasal dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak melenceng dari kebutuhan warga maupun titik yang telah disepakati.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Aries Kurniawan, mengatakan pembangunan infrastruktur lingkungan saat ini mencakup sejumlah pekerjaan, terutama jalan dan saluran lingkungan.

Pelaksanaan proyek tersebut ditangani melalui tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang membagi wilayah kerja di tujuh kecamatan.
UPT I menangani Kecamatan Pamulang dan Setu. UPT II mencakup Ciputat dan Ciputat Timur, sedangkan UPT III menangani Serpong, Serpong Utara, dan Pondok Aren.
Aries menegaskan, keterlibatan warga diperlukan bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pihak yang ikut mengawasi pekerjaan di lapangan.
“Karena pekerjaan itu juga yang akan mereka nikmati. Masyarakat juga diajak untuk mengawasi bersama. Supaya nanti hasilnya benar-benar sesuai dengan yang diusulkan,” ujarnya.
Menurut Aries, mayoritas pekerjaan yang tengah direalisasikan merupakan hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang.
“Kalau melihat pengusul, paling dominan sebenarnya dari Musrenbang,” kata Aries menambahkan.
Karena itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek diminta aktif memantau pelaksanaan pembangunan. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan pekerjaan sesuai kebutuhan sekaligus mencegah terjadinya pergeseran lokasi dari usulan awal.
“Saya selalu menekankan, mengajak mereka terutama yang di sekitar lokasi untuk bantu mengawasi. Supaya sesuai dengan yang mereka usulkan di awal. Jangan sampai salah titik juga,” tegasnya.
Aries mengatakan, sebelum pembangunan dimulai, Disperkimta juga perlu membangun kesepahaman dengan masyarakat di lokasi. Pemerintah, kata dia, pada prinsipnya berada dalam posisi melayani kebutuhan yang telah disampaikan masyarakat melalui E-Musrenbang.
Namun, kondisi teknis di lapangan tetap menjadi pertimbangan. Jika ditemukan persoalan yang membuat desain atau pelaksanaan awal kurang sesuai dengan kondisi sebenarnya, penyesuaian dapat dilakukan sepanjang bertujuan mengoptimalkan hasil pembangunan.
“Kita perlu kesepakatan di lapangan. Lingkungan harus mengetahui, menginginkan, dan memang mengusulkannya. Kami dalam posisi melayani mereka. Kecuali kalau dalam hal teknis ada yang kurang pas, tentu bisa disesuaikan agar hasilnya lebih baik,” tuturnya.
Disperkimta berharap dukungan dan pengawasan masyarakat dapat membantu memastikan pembangunan infrastruktur lingkungan berjalan sesuai rencana. Kondisi cuaca yang saat ini relatif mendukung juga dinilai menjadi faktor positif untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan.
Dengan pola tersebut, Pemkot Tangsel tidak hanya mengandalkan pengawasan internal dalam pelaksanaan proyek, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawal pembangunan yang sejak awal mereka usulkan.





