JAKARTA – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan Tim SAR Gabungan di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR memperluas cakupan operasi dengan membagi personel dan armada ke dalam empat Search and Rescue Unit atau SRU.
Sejumlah armada dikerahkan, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, kapal polisi, serta sejumlah rigid inflatable boat atau RIB dari Banten dan Lampung.
Tak hanya mengandalkan penyisiran melalui jalur laut, petugas juga mengerahkan drone thermal untuk membantu menemukan keberadaan kelima jurnalis yang hingga kini belum diketahui kondisinya.
Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan pembagian menjadi empat SRU dilakukan untuk memperluas area pencarian.
SRU pertama menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile, sedangkan SRU kedua menggunakan KAL Anyer dengan cakupan penyisiran 69,5 nautical mile.
Sementara SRU ketiga menggunakan RIB dari Lampung dengan rencana penyisiran 67 nautical mile. Adapun SRU keempat melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Banten dan Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Kelima jurnalis tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berada di atas speedboat di Perairan Selat Sunda ketika melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.






