JAKARTA – Nama Sirajudin Lasena kini menjadi perhatian setelah Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tersebut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sirajudin diamankan dalam operasi KPK pada Senin (21/9/2026). Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut, termasuk pembangunan jalan. Dalam operasi itu, KPK mengamankan 14 orang di sejumlah lokasi.
Sebelum menduduki kursi kepala daerah, Sirajudin memiliki perjalanan panjang di dunia pendidikan, birokrasi, organisasi kepemudaan, hingga politik.
Sirajudin lahir di Boroko, Bolaang Mongondow Utara, pada 8 Januari 1975. Ia merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara pasangan Ismet Lasena dan Dariman Lauma.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri IV Boroko dan kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Kaidipang. Setelah itu, Sirajudin merantau ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk melanjutkan pendidikan di SMEA Negeri Palu.
Ia kemudian mengambil jurusan Akuntansi di Sekolah Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu dan meraih gelar sarjana pada 2002.
Pendidikan akademiknya berlanjut. Sirajudin menyelesaikan program Magister Ekonomi Pembangunan di Universitas Gadjah Mada pada 2013. Pada 2020, ia kembali menempuh pendidikan doktoral bidang Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo.
Karier Birokrasi dan Organisasi
Selain pendidikan, Sirajudin juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Keterlibatannya dalam organisasi kemasyarakatan berlanjut ketika ia menjadi bagian dari Majelis Pertimbangan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) pada 2015.
Setahun kemudian, Sirajudin tercatat sebagai anggota presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Ia juga aktif di bidang olahraga dan pernah menjabat Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Bolaang Mongondow Utara periode 2022-2024.
Kariernya di pemerintahan kemudian berkembang hingga tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pada 2023, Sirajudin dipercaya menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara.
Pada tahun yang sama, ia juga mendapat tugas sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bolaang Mongondow Utara.
Pengalaman sebagai birokrat dan Pj kepala daerah kemudian menjadi bagian dari perjalanan Sirajudin menuju panggung politik elektoral.
Terpilih sebagai Bupati Bolmut
Dalam Pilkada Bolmut 2024, Sirajudin maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Mohammad Aditya Pontoh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pasangan tersebut memperoleh 18.479 suara atau 34,69 persen dari total suara sah. Sirajudin dan Aditya Pontoh kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bolmut periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Namun, perjalanan pemerintahan Sirajudin kini menghadapi babak baru setelah dirinya diamankan KPK dalam OTT.
KPK menyebut operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara yang berhubungan dengan proyek infrastruktur jalan di lingkungan Pemkab Bolmut. Dari 14 orang yang diamankan, pihak-pihak tersebut berasal dari unsur kepala dinas, ASN, dan swasta.
Perkembangan perkara selanjutnya menentukan status hukum Sirajudin dan pihak-pihak lain yang diamankan dalam operasi tersebut.



