Tangerang Selatan – Calon anggota legislatif (Caleg) petahana, Shinta Wahyuni Chairuddin, gagal menduduki kembali kursi DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dokter gigi berparas cantik itu hanya menduduki urutan ketiga dari 2 kursi yang didapatkan PKS.
Shinta yang bertarung di Dapil Pamulang disebut legowo dengan hasil itu. Padahal raihan suaranya cukup besar, yakni sekira 5.663. Selisihnya terpaut lumayan jauh dengan posisi kedua yang direbut Ali Rahmat dengan suara 6 ribu lebih.
Namun yang menyedot perhatian adalah posisi pertama yang direbut Dadang Darmawan dengan perolehan sekira 6.682. Jumlah itu bersaing tipis dengan raihan Ali Rahmat yang selisihnya hanya 11 suara. Dadang sendiri tak lain merupakan Ketua DPD PKS Kota Tangsel.
Apa yang ditunjukkan Shinta rupanya tak seiring dengan sikap para relawan. Di mana salah satunya, Rizal Rofiudin, yang mencurigai adanya ‘permainan’ internal dari petinggi PKS Kota Tangsel hingga membuat Shinta tersingkir.
“Kalau di partai nasionalis, terjadi intrik-intrik yang tidak baik itu wajar. Tetapi ini terjadinya di partai yang notabene banyak ulama, banyak ustaz. Kalau saya bilang ada sebuah permainan,” tuturnya kepada media, Rabu (13/03/24).
Rizal tak menjelaskan gamblang makna ‘Permainan’ yang dimaksud. Dia hanya menyebut, beberapa hari setelah pencoblosan petinggi PKS Tangsel diduga sengaja tak membuka tabulasi suara untuk Dapil Pamulang.
“Tetapi ini di Dapil Pamulang sangat tertutup sekali. Ya saya bukan orang internal, tapi melihat perlakuan seperti ini agak-agak aneh. Ya paling tidak kan kalau partai lain kalau melihat Caleg yang ada potensi itu dipanggil untik diperlihatkan tabulasi. Kalau ini tabulasinya tertutup, semut aja nggak boleh masuk,” ungkap dia.
Menurut Rizal, tabulasi suara hanya bisa diakses oleh petinggi PKS, termasuk Ketua DPD PKS Tangsel Dadang Darmawan. Tidak adanya transparansi itulah yang dianggapnya berpotensi disalahgunakan.
“Ya dari Ketua DPD dan pengurus yang mungkin khusus, ya mungkin dari tim Bapilu dan tim IT,” ucapnya.
“Yang aneh ini Ketua DPD yang baru muncul kemaren unggulnya cuman 11 (suara), ini jangan-jangan 11 angka cuman hanya prestise pengen jadi unsur pimpinan,” paparnya.
Rizal sesumbar bahwa dia dan relawan lainnya memiliki bukti soal dugaan kecurangan terkait tergerusnya suara Shinta. Bukti-bukti itu tengah dihimpun secara utuh guna memerkuat keyakinan adanya ‘permainan’ internal mendepak Shinta dari parlemen.
“Kalau dokter Shinta cuman suaranya segitu, saya juga nggak yakin sebetulnya. Kita lagi menginventarisir, kita dapat C1 kopian dari partai, sempat ada yang kasih, tapi dengan catatan tidak lengkap, ada yang salah-salah, saya sudah inventarisir semua,” terangnya.
Sementara, Ketua DPD PKS Tangsel Dadang Darnawan masih sulit untuk dikonfirmasi. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih terus berupaya mendapatkan tanggapan langsung darinya.






