Tangsel – Dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, akan ada satu malam istimewa yang disebut Lailatul Qadar. Malam itu dikenal lebih baik dari seribu bulan dan diabadikan dalam Surat Al Qadr.
Berdasarkan penuturan Ibn Katsir dalam kitab tafsirnya, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, dulu, Nabi Muhammad saw pernah menceritakan sebuah kisah umat masa lalu, yakni umat Bani Israil
Dahulu kala, ada empat orang dari Bani Israil yang amat taat sekali kepada Allah swt. Mereka bernama Zakariya, Ayub, Yusya, dan ‘Ajuz. Diketahui bahwa mereka telah menyembah Allah swt selama 80 tahun tanpa sedikit pun berbuat maksiat atau berbuat dosa.
Dari cerita tersebut, sontak para sahabat Nabi Muhammad saw terkagum-kagum dengan keempat orang Bani Israil tersebut. Kemudian, Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw untuk menurunkan sebuah wahyu.
Jibril berkata bahwa Allah swt menurunkan sesuatu yang lebih baik dari pada ibadah keempat orang tersebut selama 80 tahun lamanya yang tanpa berbuat dosa sedikit pun. Kemudian Jibril membaca QS. Al-Qadr/97.
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
Lebih lanjut, Jibril mengatakan kepada Nabi Muhammad saw bahwa Lailatul Qadar lebih mulia dari pada apa yang dikagumi oleh para sahabat Nabi Muhammad saw tersebut. Mendengar hal ini, wajah Nabi Muhammad saw langsung berseri.
Dikutip dari laman Lirboyo, turunnya Surat Al Qadr memang dilatarbelakangi kisah tentang ketangguhan dan ketaatan pemuda Israel yang konsisten berperang di jalan Allah SWT.
Ia berperang terus-menerus selama seribu bulan. Selama itu pulalah konon ia tak pernah sekalipun meletakkan pedangnya.
Melihat ketangguhan pemuda dalam berjuang di jalan Allah, para sahabat terkagum-kagum. Hal ini pun lantas disampaikan kepada Rasulullah SAW, kemudian turunlah surat Al-Qadar.
Berikut ini adalah Surah Al Qadr dari ayat 1-5:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.)
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ – ٢
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ – ٥
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
Surah Al Qadr sendiri merupakan surah ke-97 dalam Alquran, ayat ini juga termasuk golongan Makkiyah atau diturunkan di Kota Makkah.
Lebih lanjut, ketangguhan pemuda Bani Israil itu juga disebutkan dalam hadis qudsi-Nya, “Malam Lailatul Qadar masihlah lebih baik daripada seribu bulan yang dilakukan lelaki Bani Israil tersebut. Dimana ia tak pernah meletakkan senjatanya.” (Tafsir Mujahid, hlm.740).






