GAZA – Setidaknya enam warga Palestina tewas pada Jumat (01/12/2023) pagi dalam serangan udara Israel di kota Rafah, sebuah kota di Gaza selatan. Hal ini diungkapkan juru bicara kementerian kesehatan yang dikelola Hamas kepada AFP.
Fadel Naim, seorang dokter di rumah sakit Al-Ahli mengatakan dua anak tewas dalam serangan udara di Kota Gaza di utara.
Seperti diketahui, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melanjutkan operasi tempur melawan Hamas usai menuduh kelompok tersebut melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menembak ke arah Israel.
Menurut Kementerian Dalam Negeri yang dikuasai Hamas di Gaza, beberapa menit setelah gencatan senjata selama seminggu antara Israel dan Hamas gagal pada Jumat (1/12/2023), kendaraan militer Israel melepaskan tembakan di barat laut Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian juga mengatakan pesawat Israel berada di langit di atas wilayah tersebut.
Pernyataan dari Hamas muncul ketika militer Israel mengatakan pihaknya telah melanjutkan operasi tempur melawan kelompok militan tersebut, dan menuduhnya melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menembak ke arah Israel.
Satu jam sebelum batas waktu yang ditetapkan pada Jumat (1/12/2023) berakhir, sistem pertahanan udara Israel mencegat satu roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza. Tidak ada indikasi siapa yang meluncurkan roket tunggal tersebut.
Gencatan senjata, yang dimulai pada Jumat (24/11/2023) lalu, diperkirakan akan berakhir pada pukul 07.00 waktu setempat (12 pagi ET). Kesepakatan untuk memperpanjang hingga hari ketujuh diumumkan pada Kamis (30/11/2023)
Para pejabat Israel telah berulang kali menyatakan bahwa syarat perpanjangan jeda pertempuran adalah bahwa Hamas harus membebaskan 10 wanita dan anak-anak Israel yang disandera setiap hari.





