Tangerang selatan – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan sosialisasi perubahan sistem pengadaan E-Katalog dari sebelumnya versi 5 menjadi versi 6.
Kepala ULP Kota Tangsel, Muhammad Hardi mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait adanya perubahan pada sisitem E-Katalog versi 6.
“Karena versi 5 kemarin sudah berjalan dengan baik, jadi sekarang kita harus menyamakan persepsi dengan adanya E-Katalog yang versi 6. Sebab, versi 6 banyak perubahannya, maka harus disamakan persepsi dengan semua OPD agar tidak ada mispersepsi. Begitu versi 6 nya sudah berjalan, teman-teman bisa langsung pakai,” ungkap Hardi, Jumat (01/12/23).
Lebih lanjut, Hardi menerangkan, perubahan sistem ekatalog versi 5 ke versi 6 adalah ekatalog versi 6 lebih rill pengadaannya layaknya seperti Tokopedia dan Sophee. Sedangkan, sistem Ekatalog versi 5 masih terkotak.
“Jadi kalau di versi 6 itu, penyedia A dengan domisili kota A sudah bisa menjual kemana-mana. Persis seperti Tokped. Kalau dulu etalasenya di kota atau kabupaten tertentu. Nah, sekarang dia tidak butuh lagi etalase yang di tambah-tambah sampai banyak. Begitu ada produknya, dia sudah bisa beli,” terangnya.
Meskipun sistem pengadaan menggunakan ekatalog saat ini sudah diberikan kemudahan, Hardi menghimbau kepada seluruh OPD selaku pengguna harus berhati-hari dalam melakukan bertransaksi.
“Setiap pembelian harus kita lihat secara detail, jadi misalnya PDN nya harus kita cek betul, sesuai atau tidak. Jadi teman-teman harus pengayaan dalam hal pembelian. Jangan sampai kita beli komputer, tiba-tiba pas di cek produk plastik. Ya itu lah, ketika kita dimudahkan, kita harus teliti dalam membeli,” jelasnya.






