Tangerang Selatan – Baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan unggahan karcis parkir Pamulang Square bertarif Rp10 ribu. Jumlah itu sudah termasuk dengan permintaan Tunjangan Hari Raya (THR), sebagaimana tertulis dalam isi karcis.
Unggahan itu mengundang beragam komentar pedas netizen. Kritik hingga hujatan diarahkan pada pihak sekuriti Pamulang Square. Bahkan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan sempat ‘cari panggung’ turun mengecek kebenaran informasi tersebut
Dibalik itu, rupanya ada hal yang belum diketahui publik terkait karcis berisi permintaan THR tersebut. Tanpa maksud cari pembenaran, pihak sekuriti Pamulang Square angkat bicara guna mengklarifikasi kondisi di lapangan.
“Tarif di parkir yang viral memang tertulis Rp10 ribu, tapi tidak diwajibkan bayar sebesar itu. Tetap ada yang cuma bayar Rp2 ribu, Rp5 ribu, bahkan ada juga pengunjung yang simpatik lalu kasih Rp50 ribu buat sekuriti yang mengawasi di parkiran,” kata Kepala Keamanan Pamulang Square, Eru Cipta, Jumat (19/04/24).
Keterangan Eru dibenarkan oleh sekuriti berinisial K, di mana K mengakui jika pada beberapa hari sebelum lebaran Idul Fitri, terdapat beberapa pengunjung yang justru memberi uang parkir jauh lebih besar dari tarif parkir biasanya.
Menurut Eru, karcis bertarif Rp10 ribu hanya diedarkan untuk kendaraan bermotor yang parkir darurat di halaman depan Pamulang Square. Saat itu, jumlah kendaraan bermotor yang parkir sangat membludak. Pihaknya terpaksa mengerahkan beberapa sekuriti turut berjaga mengawasi.
“Jadi inisiatif itu spontan muncul untuk mengantisipasi membludaknya kendaraan pengunjung. Beberapa sekuriti kita siagakan di sana, kita optimalkan pengawasan mereka, jangan sampai ada kendaraan yang hilang. Kita antisipasi lah,” bebernya.
“Karcis itu pun hanya kita edarkan beberapa hari saja sebelum lebaran. Tapi tetap kami jadikan ini evaluasi internal untuk ke depan,” tambahnya.
Beberapa hari sebelum lebaran suasana di bagian depan Pamulang Square sangat ramai, hal itu dipicu pula oleh keberadaan pasar malam di seberangnya. Parkiran liar yang dikelola ormas dan pemuda sekitar menumpuk di sisi Jalan Siliwangi.
Tarif parkir liar di sepanjang Jalan Siliwangi digetok sebesar Rp5 ribu. Jumlah itu tak bisa ditawar-tawar lagi. Pengendara yang parkir di sana, rela tak rela harus menuruti permintaan tersebut. Kondisi demikian berbeda dengan parkir di halaman depan Pamulang Square.
“Semua pihak harus jernih melihat ini, termasuk para netizen yang hanya sepihak menyimpulkan . berdasarkan postingan salah satu pengunjung di media sosial,” pungkasnya.






