Tangerang Selatan – Stadion mini Ciputat yang terletak di Jalan Pendidikan, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), nasibnya memprihatinkan. Tak terkelola dengan baik, gelanggang sepak bola itu kini kumuh dijadikan parkir liar dan tumpukan sampah.
Pantaun pada Senin (17/03/25), beberapa area di sisi stadion dijadikan tempat parkir liar bagi ratusan motor hingga mobil. Belum lagi di basement, banyak area terbengkalai tak terawat.
Kondisi demikian diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah di berbagai sudut stadion. Bisa dikatakan, stadion mini ini sudah sejak lama memang tak dikelola dengan baik sebagai sarana olah raga.
“Kalau dikelola dengan baik seharusnya tidak terbengkalai seperti sekarang ini,” ungkap Bari, salah satu tokoh pemuda Ciputat.
Dalam catatan yang ada, stadion ini pernah mengalami perbaikan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) pada sekira tahun 2021-2022 lalu. Namun harus dilakukan penyesuaian pada beberapa bagian.
“Dulu pernah ada renovasi, tapi ya belum maksimal karena sempat ditinjau sama wakil wali kota saat itu, ada yang rusak karena cuaca angin kencang, jadi ada item-item lain yang masih harus diselesaikan,” ujarnya.
Stadion Mini Ciputat menjadi salah satu kebanggaan bagi para pecinta sepak bola di Tangsel. Sebab, selama ini masyarakat hanya bisa menikmati lapangan serupa yang dikelola swasta.
Lapangan itu disebutkan telah ada sejak tahun 1970-an silam, namun dalam bentuk yang sangat sederhana. Pada awalnya, di sana merupakan lokasi tempat para penjual ikan dan ngetemnya sejumlah angkutan kota.
Setelah dipelopori sejumlah tokoh masyarakat ketika itu, akhirnya lapangan beralaskan tanah kasar tersebut dijadikan stadion sepak bola, meski hanya memiliki berukuran terbatas.
Dari periode ke periode, semangat awal pembangunan stadion mini Ciputat itu dirasa telah memudar. Sebab saat ini pengelolaan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) masih jauh dari harapan.
Pihak Dispora Tangsel belum memberikan keterangan atas konfirmasi kondisi terkini Stadion Mini Ciputat. saat dihubungi, salah satu pejabat terkait justru saling lempar kewenangan ke pihak lain.






