Ciputat – Aksi unjuk rasa belasan mahasiswa dan aktivis berlangsung memanas di akses gerbang masuk Balai Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (18/05/2026).
Massa membakar ban bekas hingga asap hitam pekat mengepul tinggi. Situasi sempat memanas ketika para pengunjuk rasa terlibat dorong-dorongan dengan petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Ketegangan terjadi usai petugas memadamkan api ban yang dibakar massa.
Pengunjukrasa spontan bereaksi dengan menutup sstu jalur jalan di depan Balai Kota, hingga beberapa saat kemudian terjadi gesekan dengan petugas.

Dalam aksinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni meminta pencopotan Kapolsek Pamulang, Kapolsek Ciputat, serta Kepala Dinas Perhubungan setempat.
“Tuntutan kami copot Kapolsek Pamulang, Kapolsek Ciputat dan Kepala Dinas Perhubungan,” tegas Juru Bicara Aksi dari aliansi Pergerakan Pemuda Nasional dan LMND Kota Tangsel, M Nurhidayat.

Dia menilai, aparat dan pihak terkait dianggap gagal menertibkan berbagai persoalan yang terjadi di wilayah itu. Mulai dari maraknya peredaran minuman keras, obat keras ilegal, parkir liar yang dikuasai preman, hingga operasional truk tonase besar.
“Banyak persoalan di lapangan yang menurut kami dibiarkan tanpa penindakan tegas,” jelasnya.
Massa juga menuding lemahnya pengawasan membuat keresahan masyarakat terus terjadi. Mereka meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Aksi demonstrasi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi berangsur kondusif meski ketegangan sempat terjadi selama aksi berlangsung.






