Pekanbaru – Kekuatan pertahanan udara Indonesia memasuki babak baru setelah jet tempur Dassault Rafale memperkuat Skadron Udara 12 di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Keberadaan jet tempur generasi terbaru tersebut mendapat perhatian Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin. Ia meninjau langsung Skadron Udara 12 usai menghadiri Latihan Terintegrasi TNI 2026, Kamis (06/08/26).

Kunjungan itu sekaligus untuk melihat kesiapan satuan yang kini mengoperasikan Rafale sebagai salah satu kekuatan baru TNI Angkatan Udara.
Skadron Udara 12 memiliki posisi strategis dalam sistem pertahanan nasional.
Berbasis di Pekanbaru, satuan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga wilayah udara Indonesia, terutama di kawasan barat.
Masuknya Rafale semakin memperkuat peran tersebut.
Jet tempur buatan Prancis itu menjadi bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) sekaligus peningkatan kemampuan tempur TNI AU.
Sjafrie menegaskan, kehadiran alutsista modern harus diimbangi dengan kesiapan satuan dan kemampuan tempur personel yang mengoperasikannya.
Menurut dia, kesiapsiagaan menjadi faktor penting mengingat dinamika serta potensi ancaman terhadap kedaulatan negara dapat terus berkembang.
“Kemampuan tempur dan kesiapsiagaan satuan harus mampu menghadapi setiap dinamika serta ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Sjafrie dalam keterangan yang dikutip Sabtu (07/08/26).
Karena itu, penguatan pertahanan udara tidak hanya bertumpu pada kecanggihan pesawat tempur. Kemampuan personel, kesiapan operasional serta keberlangsungan pemeliharaan kekuatan tempur juga menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas satuan.
Indonesia sendiri memesan sebanyak 42 jet tempur Rafale melalui kontrak pengadaan yang dimulai pada 2022. Pesawat-pesawat tersebut dikirim secara bertahap untuk memperkuat armada tempur TNI AU.
Tiga Rafale pertama ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin untuk memperkuat Skadron Udara 12. Kehadirannya menjadi bagian dari langkah modernisasi pertahanan udara nasional sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menjaga kedaulatan ruang udaranya.
Peninjauan Sjafrie ke Skadron Udara 12 pun menjadi penegasan bahwa modernisasi alutsista harus berjalan beriringan dengan kesiapan operasional. Rafale bukan sekadar armada baru, tetapi diproyeksikan menjadi salah satu taring utama kekuatan udara Indonesia.






