PURWOKERTO – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengarah pada dugaan praktik transaksi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Dalam operasi yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026), KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq. Selain menangkap para pihak yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, penyidik juga menemukan dan menyita uang tunai dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan tim penindakan di wilayah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
“Benar, KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah. Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed,” kata Budi.
Dalam operasi tersebut, total terdapat 14 orang yang diamankan. Sebanyak 12 orang ditangkap di wilayah Purwokerto, sedangkan dua lainnya diamankan di Jakarta.
Dari 12 orang yang diamankan di Purwokerto, tujuh di antaranya kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Sementara dua orang yang ditangkap di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.
KPK menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Unsoed.
“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” ujar Budi.
KPK hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap dugaan transaksi tersebut, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat serta kaitan uang yang diamankan dengan proses penerimaan mahasiswa baru.
Penindakan terhadap jajaran perguruan tinggi negeri tersebut menjadi sorotan karena dugaan praktik korupsi justru muncul dalam proses penerimaan mahasiswa baru, yang semestinya berlangsung transparan dan berdasarkan ketentuan akademik.
KPK juga masih memiliki waktu untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut setelah menjalani pemeriksaan intensif.





