Tangerang Selatan – Gerakan Pramuka menjadi salah satu bagian penting dalam upaya SMPN 10 Tangerang Selatan (Tangsel) membentuk karakter peserta didik. Pembinaan kegiatan kepramukaan di sekolah itu mendapat perhatian setelah Kepala SMPN 10, Kunardi, menerima penghargaan Pancawarsa I.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi Kunardi dalam menjalankan perannya sebagai Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dalam pembinaan Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah.
Penghargaan Pancawarsa I itu diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Balai Kota, Maruga, Ciputat, Rabu (07/10/26).
Bagi SMPN 10 Tangsel, kegiatan Pramuka tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas ekstrakurikuler. Pembinaan kepramukaan diarahkan menjadi bagian dari proses pendidikan yang menanamkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama kepada siswa.
Benyamin menilai keberadaan Mabigus memiliki peran strategis dalam memastikan pembinaan Pramuka di sekolah berjalan secara berkelanjutan.
“Penghargaan Pancawarsa I ini merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi dalam membina Gerakan Pramuka, khususnya di lingkungan sekolah. Peran Mabigus sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak kita agar menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan,” ujar Benyamin.
Menurut dia, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan kepramukaan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan kepramukaan dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan di Tangerang Selatan,” katanya.
Sementara itu, Kunardi mengatakan penghargaan yang diterimanya menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan Pramuka di SMPN 10 Tangsel.
“Saya bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan Pancawarsa I ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi dalam pembinaan kepramukaan di sekolah,” kata Kunardi.
Ia menegaskan, pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pembentukan sikap dan karakter siswa juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.
“Bagi saya, Pramuka bukan hanya kegiatan tambahan, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik,” jelas Kunardi.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan Pramuka, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan baik,” sambungnya.
Penghargaan Pancawarsa I yang diterima Kunardi sekaligus menjadi catatan bagi SMPN 10 Tangsel dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter siswa.
Melalui pembinaan yang konsisten, kegiatan Pramuka diharapkan tidak berhenti pada aktivitas di lingkungan sekolah, tetapi turut membentuk kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.






