Tangerang Selatan – Pihak pengembang dari proyek galian di Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), menyepakati pembelian lahan dan rumah milik Lasiyem dengan harga di atas pasaran.
Kediaman Nenek Lasiyem persis berada di batas tebing proyek galian. Guna mencegah dampak lingkungan, pihak pengembang pun berinisiatif membeli rumah yang berada di sekitar lokasi. Alhasil, galian proyek itu pun menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar.
“Kita sebenarnya sejak awal sudah berkomunikasi dengan warga yang tinggal di batas lahan itu. Jadi kita bersedia membeli lahan dan bangunan di sana, termasuk rumah Nenek Lasiyem. Sudah sepakat, bahkan harganya di atas pasaran,” terang Kordinator pengelola proyek, Nanang, Jumat (02/02/24).
Proyek penggalian di sana dikerjakan untuk pembangunan perumahan. Luas area tersebut sekira 1,5 hektare. Pada beberapa sisi, proyek penggalian cukup berdekatan dengan dinding rumah warga. Sebagian batas tebing di sana pun telah rampung diturap oleh pengembang.
Sementara pada rumah Nenek Lasiyem meski belum diturap, namun pengembang telah menancapi batang-batang bambu guna mencegah pergeseran tanah.
“Untuk beberapa rumah yang lain kita masih menyepakati soal harga,” jelasnya.
Dilanjutkan Nanang, pihaknya telah menempuh jalur perizinan sebagaimana ketentuan yang ada. Dia pun membeberkan berbagai dampak positif atas keberadaan proyek pembangunan di lokasi yang sebelumnya banyak dipenuhi tumpukan sampah.
“Banyak dampak positifnya, contohnya untuk pekerja kita rekrut banyak dari warga di sini. Kemudian kita juga perbaiki saliran air, sehingga yang tadinya sering banjir sekarang sudah tidak lagi, intinya kita ingin memberdayakan ekonomi masyarakat sekaligus memberi dampak positif ke lingkungan,” papar Nanang.
Dia juga berharap, proyek pembangunan perumahan di lokasi itu memberi dampak bagi iklim investasi di Kota Tangerang Selatan. “Jadi ekonomi warga sekitar tertolong, lingkungan juga kondusif, dan investasi juga tentu akan bertambah,” pungkasnya.






