Tangerang Selatan – Salah satu sisi sempadan Situ Gintung, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), dikotori oleh tumpukan sampah berbagai jenis. Area seluas sekira 1000 meter persegi itu kini dijadikan tempat penampungan sampah liar.
Sempadan Situ Gintung itu sebenarnya selalu dimanfaatkan untuk mereka yang berolahraga atau sekedar menghirup udara segar dari pepohonan sekitar.
Suasana demikian kini berubah. Mereka yang kebetulan mendekati salah satu area itu harus menutup hidung rapat-rapat, sebab aroma asap pembakaran serta bau tak sedap tumpukan sampah begitu menyengat.
Jarak antara penampungan sampah dengan permukaan Situ hanya beberapa meter saja. Namun tentu kondisi itu cukup berdampak bagi mereka yang tengah menafaatkan udara segar di sekeliling Situ.
“Itu sepertinya udah lama jadi tempat penampungan sampah. Kalau lewat jalur itu bau sampahnya berasa banget, apalagi kalau pas lagi bakar-bakar asepnya kemana-mana,” tutur Prawira, mahasiswa UIN yang kerap berolah raga melintasi jogging track sempadan Situ Gintung, Kamis (17/10/24).
Tumpukan sampah itu terdiri dari berbagai jenis barang, dari berbahan plastik, kaleng, hingga kursi bekas. Sejumlah gerobak pemulung juga nampak berjejer di sana menutupi bangunan liar semi permanen.
Tak jauh dari tempat penampungan sampah liar itu terlihat gedung bertingkat yang dijadikan kos dan penginapan. Secara umum bisa di bilang, salah satu sudut Situ Gintung yang dikotori tumpukan sampah tersebut merupakan kawasan pemukiman.
Beberapa pria bertelanjang dada sempat ditemui di dalam area penampungan sampah liar itu. Meski mereka melempar senyum ramah, namun tetap saja enggan berbicara jauh soal keberadaan lapak tersebut.
“Iya ini buat penampungan (sampah) pak,” ujar salah satu pria tersebut.






