Tangerang Selatan – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025/2026 jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Banten masih dinodai dengan adanya praktik siswa ‘titipan’.
Dari keterangan yang dihimpun, untuk 1 kursi siswa baru dihargai antara Rp7 hingga 10 juta. Mereka masuk melalui jasa perantara yang memiliki kedekatan dengan pihak sekolah.
SPMB yang dimulai sejak 16 juni itu berakhir dengan pengumuman kelulusan pada 30 Juni 2025. Seluruh siswa yang diterima pun telah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pekan lalu.
Namun dibalik penyelenggaraan itu, terkuak kesaksian tentang adanya praktik siswa ‘titipan’ yang diterima pihak sekolah. Salah satunya terjadi di SMKN yang terletak di Jalan Puri Serpong 1, Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).
Praktik jalur belakang di SMKN ini terungkap setelah adanya beberapa calon siswa yang terlempar dari proses SPMB. Pihak keluarga, lantas berupaya mencari cara agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah di sana.
Dalam upaya itu, bertemulah pihak keluarga dengan perantara yang mengaku memiliki kedekatan dengan oknum di sekolah. Komunikasi berlangsung di antara mereka, hingga menyepakati uang pelicin.
“Kemarin dibantu lewat anggota LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Memang kita yang awal hubungi, dia minta sekian, tapi akhirnya sanggup 7 juta,” ungkap X, pria yang merupakan salah satu perwakilan keluarga siswa, Rabu (28/07/25).
Dari pengakuan anggota LSM itu, sambung X, nantinya sebagian dana akan disetor ke oknum sekolah. Pembayaran pun dilakukan melalui 2 termin, yakni saat awal mengirim data siswa dan setelah daftar ulang.
“Lunasinnya pas selesai daftar,” ucapnya singkat.
Rupanya praktik itu dilakukan pula oleh oknum yang mengatasnamakan lingkungan setempat. Berdalih membantu warga sekitar, oknum-oknum tersebut menjalin ‘kerjasama’ dengan oknum sekolah untuk menerima siswa-siswa ‘titipan’. Tentunya melalui kesepakatan uang pelicin.
“Kemarin ada yang nawarin lewat lingkungan juga, tapi harganya nggak bisa turun, minta Rp10 juta. Memang udah ada (siswa) yang masuk juga lewat mereka, tapi kita nggak sanggup harganya,” jelasnya.
SMKN ini menerima siswa baru sebanyak 319 kursi yang tersebar pada 3 jurusan. Rinciannya, Teknik Sepeda Motor menerima 106 siswa, Manajemen Perkantoran 108 siswa, lalu program Animasi 105 siswa.
Saat dikonfirmasi hal ini, Wakil Kepala SMKN, Toni, membantah membuka praktik titipan setelah pengumuman kelulusan. Namun dia enggan menjelaskan berapa banyak siswa ‘titipan’ yang diterima sebelum kelulusan diumumkan.






