Tangerang Selatan – Semarak kemerdekaan mulai terasa kuat di Alun-Alun Pondok Aren. Sebanyak 3.025 bendera Merah Putih berkibar gagah, dipasang oleh Relawan Merah Putih sebagai simbol cinta Tanah Air menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Aksi ini diprakarsai oleh tokoh keturunan Tionghoa yang juga Ketua Relawan Merah Putih, Suhanda Johan atau akrab disapa Kimpo, pada Rabu (6/8/2025).
Dalam keterangannya, Kimpo menjelaskan bahwa pemasangan bendera ini telah menjadi tradisi pribadi yang ia lakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan serta untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.
“Ini murni panggilan hati. Saya ingin membangkitkan rasa cinta terhadap sesama dan tanah air. Tahun ini saya pasang 3.025 bendera, sesuai angka tahun kemerdekaan 2025. Ini bukan sekadar simbol, tapi harapan agar kita terus menghargai perjuangan para pendahulu,” ujar Kimpo kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa aksi tersebut tidak terkait dengan tren atau fenomena budaya pop tertentu yang sedang ramai.
Menurutnya, Merah Putih adalah simbol negara yang harus dijunjung tinggi, tidak boleh dipelesetkan atau dikaitkan dengan hal-hal yang mengaburkan nilai sejarah dan perjuangan.
Bendera-bendera tersebut dipasang mulai dari kawasan Alun-Alun Pondok Aren, menyusuri Graha Raya, Jalan Bintaro Utama, dan area sekitarnya.
Proses pemasangan melibatkan sekitar 40 relawan yang tergabung dalam Relawan Merah Putih.
“Kami gotong royong sejak pagi. Kalau hari ini belum selesai, kami lanjutkan besok. Targetnya seluruh kawasan strategis bisa terpasang,” jelas Kimpo.
Camat Pondok Aren, H. Hendra, turut memberikan apresiasi atas aksi tersebut. Ia menyebut Kimpo sebagai tokoh nasionalis yang secara konsisten menyebarkan semangat kebangsaan melalui aksi nyata.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Pak Kimpo dan seluruh relawan. Ini bentuk cinta yang tulus terhadap NKRI. Semoga semangat ini bisa menular ke masyarakat luas, terlebih menjelang Hari Kemerdekaan ke-80,” kata Hendra.
Aksi ini bukan hanya menjadi pemandangan yang memukau, tetapi juga pesan kuat bahwa semangat nasionalisme bisa dibangun dari gerakan akar rumput.
Dengan latar belakang etnis Tionghoa, Kimpo membuktikan bahwa cinta Indonesia tidak mengenal batas suku, agama, atau golongan.






