Tangsel – Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga saat ini belum bisa menikmati tidur nyenyak. Sebab, kebanyakan mereka masih bergelut dengan problem lingkungan dan cuaca esktrim.
Dari mulai darurat sampah yang belum juga tuntas teratasi, banjir, jalan-jalan rusak, hingga longsor pada beberapa titik. Bahkan untuk urusan sampah, pemerintah pusat sampai turun tangan membantu.
Cuaca ekstrim belakangan ini memang menjadi tantangan baru. Tiap hari hujan turun mengguyur dengan intensitas tinggi. Cuaca sempat cerah, namun kembali dirundung gelap dan hujan.
Dari catatan yang dihimpun, hujan telah menyebabkan banjir di kawasan Pondok Maharta, Kampung Bulak, dan Jurang Mangu di Kecamatan Pondok Aren. Lokasi itu, adalah sedikit wilayah yang rutin dilanda banjir. Belum lagi di kecamatan lain.
Curah hujan tinggi pun membuat beberapa peristiwa longsor, seperti di badan jalan Perumahan Naraya, Pamulang. Longsor merusak sekira 3 rumah warga. Material runtuhan longsor dari area atas turut menimpa lingkungan warga di bawahnya.
Di lokasi lain tak kalah mengkhawatirkan, tanah amblas menerpa warga di Jalan Kebon Kopi, Gang Alif, Pondok Betung, Pondok Aren. Di sana lahan di dekat rumah warga bergerak hingga amblas. Beruntung tak menimbulkan korban.
Di antara sekian dampak cuaca esktrim itu, jalan rusak yang paling banyak memakan korban. Beberapa titik jalan raya di Tangsel rusak dari mulai bergelombang dan berpasir, hingga berlubang cukup dalam.
Kesaksian warga sekitar menyebut, beberapa kali pengendara motor tergelincir hingga terjatuh saat melewati lubang jalan. Itu sebab, warga berinisiatif memasang sebuah pohon guna mengalihkan para pengendara dari lubang.
“Kalau dikasih batu doang, banyak yang nggak lihat, makanya saya taruh pohon dalam pot juga biar keliatan sama pengendara,” ujar Bowo (42), pemilik bengkel bubut di pinggir Jalan Benda Raya, Jumat (30/01/26).
Ironinya, saat masyarakat dilanda semua itu justru sejumlah pejabat memilih pergi umroh. Dari mulai Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Noertjahyo, hingga Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Robby Cahyadi.
“Kalau pejabat teknis tidak ada saat kondisi darurat, ini bukan soal ibadah, tapi soal tanggung jawab publik,” kata M. Irsyad, tokoh masyarakat Tangsel.
Kepergian umroh para pejabat itu dikonfirmasi oleh pegawai masing-masing. Dikabarkan juga, beberapa Kepala Bidang (Kabid) terkait ikut melaksankan umroh ke tanah suci.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel, Wahyudi, sulit dikonfirmasi mengenai kepergian umroh sejumlah pejabat. Dia tak merespon chat maupun panggilan telepon tentang hal itu.






