KARAWANG – Perjalanan pulang sekolah tiga siswi SMP di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berakhir tragis. Ketiganya meninggal dunia setelah sepeda motor Honda Beat yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang truk Nissan yang mogok di Jalan Raya Purwasari.
Kecelakaan maut itu terjadi ketika ketiga pelajar perempuan tersebut melaju dari arah Purwasari menuju Cikampek. Ketiganya diketahui berboncengan dalam satu sepeda motor setelah menyelesaikan kegiatan sekolah.
Kasat Lantas Polresta Karawang, Kompol Triyono Raharjo, membenarkan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda Beat dan truk Nissan bernomor polisi B 9086 XY tersebut.
“Pelajar perempuan yaitu saudari E, saudari S, dan saudari Q. Pelajar tersebut mengendarai kendaraan roda dua dengan berbonceng tiga,” ujar Triyono, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang ditumpangi ketiga korban melintas di Jalan Raya Purwasari menuju Cikampek.
Setibanya di lokasi kejadian, motor tersebut menabrak bagian belakang truk yang sedang mogok di lajur kanan jalan. Benturan keras membuat ketiga siswi mengalami kecelakaan fatal.
“Korban menabrak bagian belakang kendaraan truk tersebut, tepatnya di sebelah kiri kendaraan truk,” kata Triyono.
Dua korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan tersebut. Sementara satu siswi lainnya yang berada di posisi belakang masih sempat mendapatkan pertolongan dan segera dilarikan ke RS Karya Husada.
Namun, kondisi korban ketiga yang sempat kritis tidak berhasil diselamatkan. Dengan demikian, seluruh siswi yang terlibat dalam kecelakaan itu dinyatakan meninggal dunia.
“Saat kami tiba di TKP, dua korban meninggal dunia di tempat. Satu korban yang berada di bagian belakang sempat kritis dan langsung dibawa ke RS Karya Husada. Namun, saat ini yang bersangkutan juga turut meninggal dunia,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi pelajar yang menggunakan sepeda motor. Mengangkut lebih dari dua orang dalam satu sepeda motor dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan mengurangi keseimbangan kendaraan.
Keberadaan kendaraan yang mogok di badan jalan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam aspek keselamatan lalu lintas. Penanganan kendaraan yang mengalami gangguan di jalan raya, termasuk pemberian tanda peringatan yang memadai, penting untuk mencegah kecelakaan serupa.






