Tangerang Selatan – Pengerjaan paving block di sekeliling Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyisakan persoalan keselamatan bagi pengunjung.
Sebagian besar permukaan jalan telah terpasang paving baru, namun banyak kerikil tajam justru berserakan di lintasan yang biasa digunakan warga untuk lari berolahraga.

Pantauan pada Minggu (18/10/26) pagi menunjukkan, sejumlah pengunjung yang berlari di kawasan tandon harus memperlambat langkah sambil menghindari kerikil yang memenuhi permukaan jalan.
Kondisi itu membuat lintasan yang semestinya nyaman digunakan untuk berolahraga menjadi kurang aman dilalui. Apalagi taburan kerikil tajam hampir memenubi ruas permukaan lintasan.

Kerikil-kerikil kecil yang tersebar di sejumlah titik berpotensi mengganggu pijakan, terutama bagi pengunjung yang berlari atau bersepeda . Selain risiko terpeleset, material tajam dapat menyebabkan luka jika terjatuh.
“Iya tentu kurang nyaman ya, kalau kondisinya begini bisa berisiko juga kan untuk lari. Licin, apalagi kerikil kecil tajam seperti ini,” tutur Angga Satria (37), salah seorang pengunjung yang biasa menggunakan lintasan Tandon Ciater untuk berolahraga.
Di lokasi, pemasangan paving block terlihat hampir rampung. Hanya sebagian kecil ruas permukaan yang belum dikerjakan. Namun, kondisi material yang berserakan di atas paving baru menunjukkan tak adanya pengawasan dalam pengerjaan proyek.
Persoalan ini menjadi penting karena kawasan Tandon Ciater dimanfaatkan warga untuk beraktivitas fisik, termasuk berlari pada tiap akhir pekan. Kondisi permukaan jalan yang tidak bebas dari material sisa pekerjaan berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung.
Proyek itu dikerjakan CV Bani Adna Pratama dengan nilai anggaran sebesar Rp997 juta dan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaan tersebut tercatat dalam kontrak Nomor 600.1.4.3/000.3.3/006-PPKR-EP/SPK/DSDABMBK-SDA/2026.
Kegiatan itu berada di bawah Bidang Bina Marga pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel. Proyek tersebut berjudul “Pengelolaan SDA dan Bangunan Pengaman Pantai pada Wilayah Sungai (WS) Dalam 1 Daerah Kabupaten/Kota.”
Dengan nilai anggaran hampir Rp1 miliar, hasil pekerjaan semestinya tidak hanya dinilai dari pemasangan paving yang hampir selesai, tetapi juga dari aspek keamanan, kebersihan, dan kelayakan permukaan jalan saat digunakan masyarakat.
Karena itu, pembersihan sisa material dan pemeriksaan kondisi lintasan menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan diterima. Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan hasil pekerjaan memenuhi ketentuan teknis serta tidak membahayakan pengguna kawasan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pelaksana maupun DSDABMBK Tangsel mengenai penyebab kerikil tajam berserakan di lintasan tersebut, langkah penanganan yang akan dilakukan, serta hasil pemeriksaan terhadap kondisi permukaan paving yang telah terpasang.






