Tangerang Selatan – Proyek pembangunan Carwash di Jalan Pusaka Kencana, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) nekat melanjutkan pekerjaan meski telah disegel sejak beberapa pekan lalu.
Parahnya, stiker segel resmi dan garis kuning milik Satpol PP di pintu akses masuk proyek sengaja ditutupi seng tinggi. Para pekerja justru lalu-lalang beraktivitas melalui pintu samping.

Secara fisik, proyek carwash automaric itu bisa dibilang telah mencapai 90 persen pengerjaan. Carwash tersebut berdiri di atas lahan cukup luas berukuran 25×16 meter.

Pantauan di lokasi pada Jumat (29/05/26) sore, terlihat stiker segel dan garis kuning melintang di akses pintu masuk sudah tak terlihat. Hanya pangkal ikatan garis kuning pada 2 sisinya yang nampak menyembul.

Beberapa pekerja saat ditemui terlihat panik. Mereka mengaku tak mengetahui siapa yang menutupi segel itu. Lantas memersilakan mengonfirmasinya ke seorang pekerja lain yang disebut sebagai mandor bernama Mumus (30).
“Pak, silahkan ke dalam nanti langsung tanyakan sama mandornya,” tutur seorang pekerja di luar pagar proyek.
Saat ditemui, Mumus terlihat menyapa gugup. Secara polos, dia bercerita apa yang diketahuinya dari mulai penyegelan, proses perizinan, yang menutupi segel, hingga siapa yang menberi arahan agar tetap melanjutkan pekerjaan meski telah disegel.
“Pak Ali, orang Satpol PP. Dia yang nutupin (stiker segel) semalam,” ungkap dia.
Pekerja di proyek itu mengenali jika Ali memang bertugas di Satpol PP Kota Tangsel. Setelah didalami, Pak Ali ternyata berinisial M, namanya tak asing selalu terlibat di banyak proyek bermasalah.
“Dia yang ngurus legalitasnya (PBG),” jelasnya.

Fakta itu cukup mengejutkan, sebab pada satu sisi banyak petugas Satpol PP yang tegak lurus berjibaku menegakkan ketemtuan Perda di lapangan. Namun di sisi lain, masih saja ada segelintir oknum yang memerankan sosok ‘Sengkuni’.
Dalam perwayangan, Sengkuni berperan sebagai dalang penuh siasat di balik banyak konflik antara Pandawa dan Kurawa. Karakternya identik dengan manipulatif dengan tujuan mencari keuntungan pribadi.
Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan sempat geram atas berbagai dampak yang ditimbulkan dari proyek-proyek yang berjalan tanpa mengikuti aturan. Dia lantas mengintruksikan kepada jajaran Satpol PP menindak tegas seluruh proyek yang belum memenuhi perizinan.





