Tangsel – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin jahar, memimpin puluhan pegawai yang didukung pula sejumlah massa Ormas menggeruduk Madrasah Pembangunan (MP) di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (04/06/26).
Peristiwa itu merupakan buntut penguasaan lahan yang gencar dilakukan pihak UIN Jakarta terhadap aset-aset milik Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) yang berlangsung sejak lama.

Puluhan massa itu datang serentak dengan berkerumun di depan gerbang masuk MP. Pihak sekuriti sekolah dibantu pegawai hingga wali murid mencoba menahan laju massa yang berniat masuk ke dalam halaman.
Aksi dorong-mendorong gerbang pun terjadi. Mirisnya, pola premamisme yang ditunjukkan massa dari pihak UIN jakarta disaksikan langsung para siswa hingga orang tua murid dari dalam sekolah.
Beruntung pihak kepolisian bergerak cepat ke lokasi. Tak lama setelah bernegosiasi, pihak UIN jakarta yang diwakili tim hukum serta salah satu Wakil Rektor (Warek) beranjak pergi dengan membawa massanya.

Pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah yang mengelola MP mengecam aksi tak beradab puluhan massa yang dibawa pihak UIN Jakarta ke lingkungan pendidikan.
“Kalau ingin datang dengan baik-baik, seharusnya berkirim surat lebih dulu. Jangan tiba-tiba datang membawa sekitar 50-an orang ke sini tanpa pemberitahuan,” ujar Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ilham Aufa, di lokasi.
Menurut Ilham, tanah yang saat ini menjadi objek perselisihan bukan merupakan aset kementerian agama sebagaimana diklaim pihak UIN Jakarta, melainkan milik yayasan yang diperoleh secara sah melalui wakaf dan pembelian.
Dia menjelaskan, persoalan itu saat ini telah ditempuh melalui jalur hukum dan tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Ilham menyebut sidang terkait sengketa tersebut diperkirakan mulai berjalan pada Juni 2026 ini.
“Kami sudah menempuh jalur resmi melalui pengadilan dan prosesnya sudah berjalan cukup lama. Saat ini perkara kami berada di Pengadilan Depok dan kemungkinan mulai disidangkan bulan Juni,” terangnya.
Ilham turut menanggapi aksi dorong-dorongan oleh puluhan massa yang mencoba masuk ke dalam gerbang MP, Dia menilai peristiwa itu bertolak belakang dengan jati diri UIN Jakarta yang seharusnya menampilkan sisi berakhlakul karimah.
“Bagi saya sederhana, itu menunjukkan karakter mereka yang sesungguhnya,” tegasnya.
Merespon aksi premanisme itu, pihak yayasan memastikan akan segera mengambil langkah hukum. Apalagi keributan yang ditimbulkan membuat panik para peserta didik, hingga banyak yang mengalami trauma.
“Yang jelas pelaporan atas kejadian ini akan segera kita tempuh,” ucap Dewan Pembina Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani, di lokasi yang sama.




