Tangerang Selatan – Mantan politikus Partai Demokrat,Tere, kini terlibat aktif menyuarakan perjuangan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Artis yang sejak lama menjadi mualaf itu pun mengungkap alasan pentingnya muslim dunia bersatu membebaskan Palestina.
“Umat perlu sinergitas yang kuat. Kenapa kok Palestina, segini banyaknya muslim dunia 2 miliar, Indonesia paling banyak kedua kok belum bisa melakukan apa-apa?. Karena kita belum teredukasi, kita belum terorganisir,” ungkap Tere dalam kegiatan Maqdisy Talent Hunt 1447, di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (27/06/25).
Tere yang bernama lengkap Annisa Theresia Pardede itu mengatakan, tekad membebaskan Baitul Maqdis akan sangat bergantung pada pemahaman seorang muslim terhadap ajarannya.
“Karena kita tahu bahwa kita punya tugas besar sebagai umat muslim, terutama menjadi garda terdepan dalam upaya pembebasan Masjid Al-Aqsa dan untuk membantu kemerdekaan saudara-saudari kita di Palestina ,” jelasnya.
Untuk memupuk semangat persatuan kaum muslimin itu, kata dia, maka kecintaan pada Baitul Maqdis harus ditanamkan sejak usia dini. Misalnya melalui kegiatan Maqdisy Talent Hunt 1447 yang mulai dirintisnya bersama banyak komunitas lain.
“Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan bibit-bibit pejuang pemikiran yang akan mengubah peradaban dunia,” sambungnya.
Tere juga menambahkan, semangat membebaskan Palestina dari penjajahan Israel tak cukup dilakukan melalui peperangan fisik. Akan tetapi dibarengi dengan banyak cara, termasuk menekan sumber perekonomian negeri penghasil susu itu.
“Kita di sini mungkin tidak bisa berperang langsung yang membantu saudara-saudara kita di garda terdepan. Tapi perang kita bisa melalui dengan karya, bersuara, dan mengingatkan betapa pentingnya dan urgensi dari upaya boikot,” ucapnya.
Maqdisy Talent Hunt 1447 terbuka bagi anak-anak Muslim dari dua kelompok usia, yaitu 5–9 tahun dengan kategori kelompok 1 dan 10–14 tahun dengan kategori kelompok 2.
Para peserta yang mengikuti ajang ini diharapkan memiliki bakat di bidang komunikasi audio-visual, media, serta storytelling, yang merupakan sebuah keterampilan dalam nilai krusial era dakwah digital.






