Tangerang Selatan – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menyemprot petinggi Satpol PP usai viral karangan bunga darinya tersingkap di lokasi proyek Loka Padel.
Amuk Pilar itu terjadi beberapa hari usai penyegelan yang dilakukan jajaran Satpol PP di lokasi proyek padel tak berizin di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Rabu 18 Februari 2026.
Petugas Pol PP menyegel proyek itu dengan memasang stiker penghentian sementara serta garis kuning petugas PPNS. Namun dibelakangnya, nampak jelas terlihat beberapa ucapan karangan bunga, termasuk dari Pilar.
“Selamat&sukses. Soft Opening Loka Padel. Pilar Saga Ichsan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan,” bunyi keterangan dalam karangan bunga itu.
Karangan bunga Pilar didominasi warna hijau tua pada latar papan, dengan tulisan berkelir kuning keemasan dan putih yang tampak kontras dan mencolok dipadu ornamen putih menghiasi bagian tepi.
Sementara rangkaian bunga di atas dan bawah didominasi warna kuning, putih, dan merah muda dengan sentuhan daun hijau gelap, sehingga tampilannya terlihat cerah, semarak, dan menarik perhatian.
Foto segel berlatar karangan bunga dari wakil wali kota itu pun viral hingga mengundang kritik pedas di sosial media. Di antara netizen ada yang menuding hal tersebut terjadi lantaran perselisihan “bagi-bagi kue” antara pemimpin dan bawahan.
“Mungkin bagi* kue nya gak rata,” tulis akun @jokopurnomo1149 mengomentari postingan IG @seputartangsel.
Pilar pun langsung bereaksi, dia buru-buru memberi klarifikasi jika tak tahu-menahu kalau lokasi proyek ternyata belum mengantongi Persetujuan Bangunan gedung (PBG).
Imbasnya, sejumlah petinggi Satpol PP dipanggil menghadap ke kantor wakil wali kota. Pilar lalu menyemprot jajaran penegak Perda yang dipimpin Plt Ahmad Dohiri. Peristiwa itu pun bocor.
Informasi yang dihimpun, Pilar mengamuk lantaran petugas tak mengecek lebih dulu keberadaan karangan bunga darinya sebelum penyegelan.
“Marah besar. Beliau intinya minta harusnya dicek dulu sebelum disegel, ada karangan bunga dari dia nggak, diamanin dulu karangan bunganya biar jangan keliatan maksudnya,” ungkap sumber terkait.
Makian sempat terkontar dalam pertemuan itu. Amarah Pilar terus berlanjut, meski Plt Adam Dohiri telah meminta maaf mewakili anak buahnya yang melakukan penyegelan di lapangan.
Sumber tersebut juga memastikan, Pilar tegas mendukung penegakan peraturan pada proyek-proyek tak berizin. Amarah putra dari Ratu Tatu Chasanah itu muncul karena karangan bunga darinya tak ‘diamankan’ lebih dulu.
“Beliau dukung, tegas soal aturan. Tapi ga marahnya gara-gara karangan bunga itu aja nggak diamanin dulu,” tandasnya.






